KoranKarawang.Cpm
Kepolisian Resor (Polres) Karawang menunjukkan komitmen nyata korps Bhayangkara dalam mengawal aspek sosial dan ekonomi masyarakat. Melalui pengawasan melekat di lapangan, kehadiran Polri secara konsisten menjamin hak-hak masyarakat prasejahtera tersampaikan dengan aman, sekaligus menjadi benteng pertahanan bagi kesejahteraan para petani lokal.
Langkah ini diambil untuk memastikan seluruh program jaring pengaman sosial dari pemerintah tidak salah sasaran atau diselewengkan oleh oknum tidak bertanggung jawab. Fokus kepolisian terbagi secara adil: melindungi nilai ekonomis keringat petani di sektor hulu, dan memastikan keterjangkauan pangan bagi warga kurang mampu di sektor hilir.
"Kehadiran personel Bhayangkara di tengah masyarakat adalah wujud nyata bahwa negara hadir. Kami berkomitmen melindungi hak-hak kelompok prasejahtera agar menerima bantuan secara utuh, sembari menjaga agar para petani kita tidak dipermainkan oleh tengkulak," ungkap perwakilan Polres Karawang.
Peran aktif kepolisian sebagai pelindung hulu pertanian terbukti lewat keberhasilan mereka mengamankan 105,3 ton hasil panen total milik petani lokal. Intervensi ini berhasil menyelamatkan komoditas utama tersebut dari jerat spekulasi harga dan cengkeraman mafia pangan yang kerap merugikan petani saat musim panen tiba.
Dampak positif dari rasa aman yang dihadirkan Polri juga langsung berimbas pada kelancaran pengisian lumbung pangan negara. Berdasarkan data rekapitulasi terbaru, total volume serapan Perum BULOG di wilayah Karawang kini telah berhasil menembus angka 217,35 ton beras.
Melalui angka serapan yang tinggi dan pengawalan distribusi yang ketat, Polres Karawang optimistis pasokan pangan untuk program bantuan sosial dapat terus bergulir dengan lancar. Sinergi ini tidak hanya memperkokoh ketahanan pangan, tetapi juga memperkuat stabilitas kamtibmas yang kondusif di wilayah Kabupaten Karawang.



