pasang

Author Details

Sarapan Bareng, Cara Kang Dedi Berdiplomasi Dengan Warga Yang Akan di Relokasi

Jumat, 27 Januari 2017, 04.42 WIB
PURWAKARTA - Sebanyak 9 Kepala Keluarga pagi ini Jum’at (27/1) mendatangi Kantor Bupati Purwakarta di Jalan Gandanegara No 25. Warga yang berasal dari dua Rukun Warga yang berbeda di Kelurahan Nagri Tengah Purwakarta ini bermaksud mempertanyakan nasib mereka akibat kebijakan pembuatan Jalan Lingkar Dalam kota yang mengharuskan mereka untuk direlokasi.

Seperti diketahui, sejak 50 Tahun yang lalu, mereka menempati lahan PT KAI di pinggir rel kereta api yang sedianya lahan tersebut akan dijadikan jalan melingkar dari Jalan Ipik Gandamanah menuju Kampung Tjeplak di Jalan KK Singawinata sebagai upaya pemerintah daerah setempat untuk mengurangi kemacetan yang kerap terjadi di jalan protokol di wilayah itu.

Mereka lantas diterima oleh Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi sehabis berolahraga pagi ini. Dialog penuh kekeluargaan berlangsung diantara Bupati dan warganya tersebut ditemani menu sarapan pagi berupa soto ayam kampung.

Salah seorang warga, Elli (69) menyadari bahwa rumah yang ia tinggali berada diatas tanah yang bukan menjadi haknya. Karena itu, ia bersedia menerima uang kerohiman sebesar Rp20 Juta untuk ia gunakan sebagai biaya mengontrak rumah. Namun, ia memohon jeda waktu kepada Bupati Purwakarta untuk membereskan barang-barang di rumahnya terlebih dahulu.

“Alhamdulillah ada solusi, kami diberikan uang kerohiman jadi bisa untuk mengontrak rumah. Tadi juga sempat meminta waktu untuk membereskan barang-barang kami dulu sebelum rumah kami dibongkar,” jelasnya di Warung Katresna, belakang kompleks Kantor Bupati Purwakarta.

Hal senada diungkapkan oleh Titing (52), ia berterima kasih kepada Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi, ia siap dipindahkan oleh pemerintah daerah setempat dari tempat tinggalnya kini ke rumah kontrakan sementara dengan biaya yang sudah disediakan.

“Respon beliau baik, kami tidak menunggu lama, langsung ada solusi,” singkatnya di tempat yang sama.

Pemerintah Kabupaten Purwakarta pun tengah menyiapkan solusi jangka panjang bagi 9 Kepala Keluarga tersebut. Warga yang terkena dampak pembangunan jalan lingkar ini akan direlokasi ke rumah susun yang terletak di Kampung Poponcol, Kelurahan Ciseureuh, Purwakarta.

“Kita pindahkan mereka ke rusun permanen. Sambil menunggu proses pembangunan rusun itu, kami siapkan kontrakan rumah, biaya dari kami sebagai pemerintah sebesar Rp20 Juta untuk mengontrak rumah,” ujar Bupati Purwakarta Dedi Mulyadi.

Sembilan Kepala Keluarga yang terkena relokasi tersebut berada di RT 20/04 dan RT 15/02. Mereka diberi waktu sampai akhir minggu depan untuk mengosongkan rumah yang mereka bangun diatas lahan PT KAI itu.(Hms/Man)
Komentar

Tampilkan

Terkini