Author Details

Putus Mata Rantai Penyebaran Virus Corona, PHE ONJW Serahkan Bantuan APD ke Pemkab Karawang

Jumat, 17 April 2020, 15.30 WIB

KoranKarawang.Com –  Melalui Gugus Tugas Covid 19 Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Karawang,  Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ) menyerahkan bantuan ratusan Alat Pelindung Diri berupa hazmat suit, Jumat (17/4/20).

Menurut General Manager PHE ONWJ Cosmas Supriatna, hal itu dilakukan atas kepedulian anak usaha Pertamina ini sebagai langkah  pencegahan sekaligus memutus mata rantai penyebaran COVID-19 di Karawang. Diakui Cosmas, penyebaran wabah Covid-19 yang terjadi di Karawang menjadi perhatian khusus PHE ONWJ.

Dalam kesempatan itu,  Cosmas juga menyampaikan harapannya agar semua pihak saling bekerjasama  mencegah penyebaran Covid-19 di seluruh wilayah operasi PHE ONWJ, khususnya di Karawang.  Selain itu, Cosmas meminta kepada masyarakat untuk dapat saling menjaga diri dengan melakukan physical distancing, serta berpikir dan bertindak dengan bijak dalam menyikapi pandemik ini.

"Dalam operasinya, PHE ONWJ selalu mengedepankan aspek Kesehatan Keselamatan Kerja dan Lindung Lingkungan (K3LL).  Pencegahan COVID-19 adalah salah satu hal utama yang menjadi perhatian kami , baik di lingkungan kerja, ataupun di area sekitar wilayah operasi. Mari bersama-sama kita putuskan mata rantai penyebaran covid-19," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Karawang, Yasin Nasrudin  usai menerima bantuan mengapresiasi PHE ONWJ yang peduli dan beritikad baik untuk turut bersama dalam memerangi penyebaran wabah  covid-19.

Yasin menambahkan, bantuan APD ini nantinya akan disalurkan ke Rumah Sakit Rujukan COVID-19 yang berada di Kabupaten Karawang.

“Pemkab Karawang ingin memutus mata rantai penyebaran COVID-19. Adanya bantuan APD ini tentu sangat membantu upaya keras kami  dan seluruh gugus tugas.” kata Yasin.

Jumlah kasus terkonfirmasi positif Covid-19 pertanggal 16 April 2020,   sebanyak 56 orang, 4 orang dinyatakan sembuh 49 dirawat, dan tiga orang meninggal. Sedangkan jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) tercatat sebanyak 121 orang, kemudian jumlah ODP sebanyak 2.859 orang, dimana 1832 orang selesai pemantauan  dan masih dalam pemantauan 1.027 orang.*RED-FAR

Komentar

Tampilkan

Terkini