6000 PKL di Pasar Rengasdengklok Akhirnya Bersedia Direlokasi - Korankarawang

Breaking

Post Top Ad

Responsive Ads Here

Selasa, 24 Januari 2017

6000 PKL di Pasar Rengasdengklok Akhirnya Bersedia Direlokasi

KARAWANG - Sebanyak 6000 pedagang kaki lima (PKL) di Pasar Tradisional Rengasdengklok akhirnya bersedia direlokasi di pasar yang akan di bangun di Desa Rengasdengklok Selatan, Kecamatan Rengasdengklok. Para pedagang bersedia pindah dengan syarat Pemkab Karawang Menyediakan lapak untuk PKL secara gratis selama 5 bulan dan tanpa harus mebayar uang muka.

"Pokoknya tahun 2017 ini kita akan membangun pasar di lokasi yang sudah kita tentukan dan semua PKL harus direlokasi, Terkait aspirasi pedagang saya pastikan pemerintah sudah setuju," kata Wakil Bupati Karawang, Jimmy Ahmad Zamaksari kepada para PKL saat musyawarah dengan pedagang pasar Rengasdengklok, Selasa (24/01/17).

Menurut Jimmy, rencana relokasi Pasar Rengasdengklok sudah berlangsung selama 4 tahun, namun hingga kini belum ada progres yang jelas.  Pihak pengembang yaitu dari PT. Kayu Wangi yang dipercaya untuk membangun pasar, namun tidak mampu menyelesaikan sesuai rencana. Oleh karena itu Pemkab Karawang mengeluarkan kebijakan untuk memutus kontrak dengan PT. Kayu Wangi dan menyerahkan kepada pengembang lain yang saat ini sedang dalam proses kontrak.

"Masalah yang paling mendasar karena para pedagang tidak mau direlokasi sehingga barang kali pengembang yang harus berfikir ulang untuk meneruskan pembangunan pasar ini. Makanya kita sekarang bersama anggota DPRD bermusyawarah dengan para pedagang agar mereka mau direlokasi. lokasi pasar yang baru nanti berdiri diatas lahan 5 hektar," katanya.

Lanjut Jimmy, pasar Rengasdengklok yang lama sudah tidak ideal karena menimbulkan kemacetan lalulintas dan terlihat kumuh. Pemkab memutuskan akan merevitalisasi pasar sekaligus akan memperbaiki jalan yang sudah rusak parah. 

"Sebenarnya ini jalan propinsi tapi kita berinisiatif untuk membiayai sendiri pembangunan jalan depan pasar. Kalau menunggu lagi dari propinsi makan waktu lagi," katanya.

Sementara itu, dikatakan Wakil ketua I DPRD, Sri Rahayu Agustina, pihaknya mengapresiasi dan mendukung program pembangunan pemerintah tersebut. Mengingat Rengasdengklok wilayah yang paling bersejarah di kabupaten Karawang sebagai kota pangkal perjuangan.

"Penataan kota di Rengasdengklok harus lebih baik infrastrukturnya. Ini tempat bersejarah, Mari bersama-sama mendukung program kerja pemerintahan," kata Sri.

Namun,  tegas Wakil Ketua DPRD, jika program pemerintah yang tidak mengedepankan kepentingan masyarakat, maka pihaknya pun yang paling terdepan untuk mengkritisi dan mengawal program pemerintahan Cellica-Jimmy.(Bim)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Post Bottom Ad

Responsive Ads Here