KoranKarawang.Com
Kepolisian Resor (Polres) Karawang bersama Perum BULOG memperketat pengawasan penyaluran Cadangan Beras Pemerintah (CBP) dengan menerapkan sistem pengamanan berlapis dari hulu hingga hilir. Langkah ini diambil guna memastikan komoditas pangan pokok tersebut terdistribusi secara tepat sasaran ke meja masyarakat serta bebas dari segala bentuk praktik penimbunan.
Pengawasan ketat dilakukan secara melekat, mulai dari proses muat di gudang penyimpanan, pengawalan armada truk pengangkut di jalur distribusi, hingga titik akhir penyerahan bantuan di tengah masyarakat. Strategi pengawalan tanpa jeda ini bertujuan menutup rapat ruang gerak para spekulan dan oknum nakal yang berniat menyelewengkan hak masyarakat prasejahtera.
"Kami tidak ingin ada celah sedikit pun bagi pihak yang mencoba memanfaatkan situasi. Pengawasan dilakukan dari atas truk pengangkut hingga beras tersebut benar-benar sampai ke tangan masyarakat yang membutuhkan," tegas perwakilan Polres Karawang.
Komitmen pengamanan hulu-hilir ini merupakan kelanjutan dari kesuksesan jajaran kepolisian dalam menjaga sektor produksi pertanian di Karawang. Pada lapis pertama di tingkat hulu, aparat kepolisian telah berhasil mengamankan jalur distribusi 105,3 ton hasil panen total milik petani lokal dari cengkeraman mafia pangan.
Kelancaran mata rantai pasokan dari sawah ke gudang penyimpanan juga memicu lonjakan positif pada pemenuhan cadangan pangan negara. Berdasarkan data monitoring terbaru, total volume serapan BULOG di wilayah Kabupaten Karawang kini tercatat sukses menembus angka 217,35 ton beras.
Melalui sinergi yang kokoh antara pengamanan stok di gudang BULOG dan pengawalan distribusi di lapangan, Polres Karawang optimistis kedaulatan pangan dapat terjaga dengan baik sekaligus mampu mempertahankan stabilitas harga eceran beras di pasar domestik.



